Perusahaan sering mempertimbangkan outsourcing ketika ingin fokus pada core business (bisnis inti) sambil mengurangi beban operasional. Menurut penelitian Gilley dan Rasheed (2000) dalam Journal of Management, outsourcing membantu perusahaan mengalihkan tugas non-inti seperti administrasi, IT, atau logistik kepada pihak ketiga, sehingga sumber daya internal dapat dialokasikan untuk kegiatan strategis. Outsourcing juga dipilih ketika perusahaan kekurangan tenaga ahli di bidang tertentu, seperti keuangan atau teknologi, sehingga membutuhkan dukungan dari penyedia jasa profesional (Quinn & Hilmer, 1994).
Selain itu, outsourcing menjadi solusi ketika perusahaan ingin menekan biaya operasi. Studi oleh Deloitte (2021) menunjukkan bahwa 70% perusahaan mengadopsi outsourcing untuk menghemat pengeluaran, seperti gaji karyawan, pelatihan, dan infrastruktur. Dengan outsourcing, perusahaan hanya membayar sesuai kebutuhan (pay-per-service) tanpa harus menanggung biaya tetap. Contohnya, perusahaan startup sering menggunakan jasa outsourcing HR untuk rekrutmen tanpa harus membangun departemen SDM sendiri.
Situasi lain yang memicu kebutuhan outsourcing adalah ketika perusahaan menghadapi fluktuasi permintaan pasar. Misalnya, bisnis e-commerce memerlukan tambahan tenaga kerja selama musim ramai seperti Harbolnas atau Natal. Menurut artikel Harvard Business Review (2018), outsourcing memungkinkan perusahaan menyesuaikan kapasitas kerja secara fleksibel tanpa risiko kelebihan karyawan di masa sepi. Penyedia jasa outsourcing juga biasanya sudah memiliki sistem dan teknologi mumpuni, sehingga perusahaan tidak perlu investasi besar.
Namun, dalam mencari outsourcing yang tepat perlu pertimbangan matang agar tidak menimbulkan risiko seperti kehilangan kontrol kualitas atau masalah keamanan data (Barthelemy, 2001). Oleh karena itu, perusahaan harus memilih mitra outsourcing yang terpercaya dan memiliki rekam jejak baik. Dengan perencanaan yang tepat, outsourcing bisa menjadi strategi efisien untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing bisnis.
Referensi:
Gilley, K.M., & Rasheed, A. (2000). Journal of Management.
Quinn, J.B., & Hilmer, F.G. (1994). Strategic Outsourcing.
Deloitte. (2021). Global Outsourcing Survey.
Harvard Business Review. (2018). The Rise of Flexible Outsourcing.
hashtag#TipsBisnis hashtag#Manajemen hashtag#sdm hashtag#sumberdayamandiri hashtag#outsourcing hashtag#alihdaya hashtag#theforcebehindyourworkforce hashtag#karyawan hashtag#lowongan hashtag#loker hashtag#HR hashtag#HRD hashtag#sumberdayamanusia hashtag#HC hashtag#workforce hashtag#alihdaya hashtag#prosesbisnis hashtag#businessprocess
Kapan Perusahaan Membutuhkan Jasa Outsourcing?

